Bimbel Intensif UN, Perlukah? - BIMBEL VS SEKOLAH

Bimbel-Intensif-UN-Perlukah-BIMBEL-VS-SEKOLAH

Bimbel Intensif UN, Perlukah?
Menjelang UN, Bimbingan Belajar alias Bimbel makin gencar nawarin program, salah satunya yang ngetop adalah program intensif. Harus masuk tiap hari, latihan soal tiap pertemuan, sampai dibekalin oleh-oleh latihan soal buat di rumah.

kalo dihitung-hitung, warga SMA kelas XII cuma punya waktu kurang dari tiga bulan buat nyiapin diri menghadapi diri menghadapi Ujian Nasional (UN). Panik? Wajar. Ujian yang satu ini memang bukan main-main. Apalagi setelah standar nilai kelulusan dinaikkan lagi.
Kalau sudah begini, biasanya bimbel intensif jadi andalan. Para penyelenggaranya merancang sebuah program pendalaman materi selama 3 bulan, 2 bulan bahkan ada yang sebulan menjelang ujian Nasional. Tentunya Jadwal Full, setiap hari. Tidak hanya merancang, dengan gaya marketing yang bombastik, mereka juga menjanjikan para pesertanya bakal tembus UN dengan sukses. Bahkan sampai ada janji surga macam "kalo tidak lulus, uang kembali" segala.
Program ini mulai menjamur di beberapa bimbel sejak 2004. Tepatnya sejak standar kelulusan mulai diberlakukan di UN. Ngeliat kita kaget dan nggak siap menghadapi UN berstandar baru, Bimbel langsung ambil inisiatif jadi penolong.

Tidak heran kalo ortu kita rela ngeluarin duit diatas sejuta perak untuk bimbel intensif yang paling berkualitas. Tapi, dengan segudang special treatment itu, sejauh mana ya bimbel bisa bantuin kita mewujudkan mimpi bisa lulus UN dengan nilai bagus? Jangan-jangan tanpa bimbel pun Bisa.

INTENSIF VS SEKOLAH
Program intensif sering jadi andalan di detik terakhir menjelang UN. Seberapa efektifkah program ini?

"Sebenarnya ini bukan program khusus, Tapi jadi bagian dari paket bimbel yang diterima kelas XII selama semester dua" kata Mas Amir Fadhilah, Manajer Pendidikan Bimbel Nurul Fikri (NF).

Bimbel-bimbel memang tidak bikin sesi khusus buat program intensif ini. Tapi biasany, menjelang UN, Mulai ada metode belajar khusus ynag mereka kasih ke peserta bimbel.

Metode yang mereka sebut intensif UN inilah yang dipercaya bisa bantuin kita biar lebih siap menghadapi UN. COntohnya kayak di bimbel Ganesha Operation (GO). Menjelang UN, mendadak pesertanya diminta masuk tiap hari. Yang diajarin pun nggak lagi kayak di pertemuan normal, lebih banyak membahas dan latihan soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya.

"Komposisi kami ubah, Dari yang tadinya pembahasan teori 70 persen, dan soal 30 perse, sekarang dibalik. Kami emang pengen melatih siswa membiasakan diri dengan soal-soal UN," Ujar Pak Hotlider Purba, Dircab Wilayah Timur GO.

Senada dengan GO, siswa NF juga dibekali contoh-contoh soal UN. Bahkan ada juga soal yang harus mereka bawa ke rumah buat tambahan latihan. bedanya, di NF, siswanya tidak diminta masuk setiap hari.

BTA (Bimbingan Tes Alumni) lebih unik lagi. Bimbel ini tidak meminta siswanya datang tiap hari. Tapi dengan tangan terbuka, para pengajarnya siap melayani kapan pun siswanya datang. Layanan ini disebut Ticketing Class.

Selain intensitas dan penyajian materi yang lebih intensif, pihak bimbel juga mengakui kalo cara ini lebih efektif ketimbang sekedar ikut pengayaan materi di sekolah. Alasannya, selain intensitas latihan soalnya jadi lebih sering, suasanya belajarnya juga lebih asik.

"Yang bikin pelajaran di sekolah kurang efektif bisa jadi karena suasananya. Siswa kan udah dari pagi sampe siang dan dari senin sampai jumat ada di sekolah, bisa jadi mereka bosan. Dan itu menghambat mereka belajar. Nah di ruang  bimbel, mereka dapat penyegaran suasana," ungkap Pak Hotlider.

Tambahannya lagi, pihak bimbel juga percaya banget kalo metode pembelajaran yang mereka punya bisa lebih efektif membantu kita menjawab soal-soal UN nantinya. Soalnya, mereka punya cara singkat buat mecahin soal. Cara yang nggak pernah diajarkan di sekolah.

"Kami emang mengajarkan cara singkat menjawab soal. Biar siswa nggak perlu bingung menghadapi soal dengan tipe sama. Tapi tetap, materi dasarnya kami perdalam dulu sebelumnya. Contohnya mereview kembali materi dari kelas X," tambah Mas Amir.

Wah, kalau yang dijanjikan bimbel sebegini hebatnya sih kayaknya kita juga jadi susah nolaknya. Apalagi kita memang butuh banget bantuan buat menghadapi UN. Tapi, dengan uang dan kerja keras kita itu beneran bisa bikin kita lulus UN nggak ya?

Program intensif UN sebenarnya bukan monopoli bimbel. Sekolah juga punya program yang sama. Niatnya juga sama, membantu kita siap-siap menghadapi UN. Bahkan, beberapa sekolah punya program yang lebih keren dibanding yang ditawarin bimbel.

SMA 70 salah satunya. Dewan gurunya sudah menyiapkan paket intensif persiaspan UN berupa pendalaman materi sepulang sekolah. Jam 15.00 sampai jam 16.00, dari senin sampai jumat. Tidak ketinggalan sekolah ini juga mengadakan try out. (TO).

"TO ini buat melihat sejauh mana siswa siao UN, Makanya, hasil evaluasinya kami bawa ke pendalaman materi itu. Mana yang kurang, kami benahi," jelas Pak Pono, Kepsek SMA 70.

SMA 91 juga tidak kalah keren, tidak pingin kesaing sama bimbel di luar, SMA di daerah Pondok Kelapa ini bikin dua paket intensif UN. Paket pertama pengajarnya para guru dan digelar di sela-sela jam pelajaran. Sementara paket kedua diadain hari sabtu, pengajarnya dari Suba Sukamto College.

Yang paling keren, SMA 8. Di sekolah ini jajaran gurunya sudah menyiapkan lima langkah yang disiapkan khusus membantu warganya bisa lulus UN.

"Andalan kami adalah program Klinik Mata Pelajaran. Di program ini, siswa yang merasa kurang dalam pelajaran bisa datang tiap sabtu. Bahkan, satu siswa pun kami layani dalam program ini," papar Pak Yani, Wakasek Humas SMA 8.

Langkah lainnya SMA 9 juga menyelipkan pembahasan soal UN dan persiapan UN di sela-sela jam pelajaran. Bahkan, ada sesi khusus pengajarnya adalah alumni SMA 8 yang berkompeten. Ditambah lagi, ada lima kali TO menjelang UN.

"Orangtua juga kami libatkan di program ini. Jadi, siswa kami bekali dari banyak sisi. Di sekolah mereka dapat materi dari guru dan alumni, di rumah mereka dapat  dukungan dari orangtua." tambah Pak Yani.

Segudang  program berkualitas membuat Pak Yani yakin siswa bisa lulus UN tanpa perlu ikut bimbel. Bahkan menurutnya, ada kelebihan utama program intensif UN di sekolah yang tidak dimiliki bimbel.

"Di sekolah, siswa tidak perlu bayar lagi ikutan intensif! Cukup bayar uang sekolah, mereka sudah dapat layanan memuaskan dari kami," kata Pak Yani Promosi.

Demikian tulisan tentang Bimbel Intensif UN, Perlukah? - BIMBEL VS SEKOLAH. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Bimbel Intensif UN, Perlukah? - BIMBEL VS SEKOLAH"

Posting Komentar