10 Pantangan Pengusaha Katering atau Kue

Makanan enak sudah tentu jadi kunci utama larisnya kue atau katering kita, tapi itu saja tidak cukup. Buktinya banyak katering atau toko menjual kue yang kurang diminati tapi tetap laris. Memang menyenangkan. Jadi, apa rahasianya?
10 Pantangan Pengusaha Katering atau Kue
1. Menaikkan Harga Sesuka Hati
Kalau permintaan lebih besar dari barang yang tersedia, tentu saja harga boleh dinaikkan. Itu hukum ekonominya. Akan tetapi jangan menaikkan harga berulang kali. Ketika pertama kali harga naik, pelanggan anda sudah tentu akan kembali. Akan tetapi, coba naikkan lagi, perlahan-lahan pelanggan anda akan meninggalkan anda.

2. Jangan Mengurangi Kualitas
Walaupun harga melonjak naik, jangan coba untuk menurunkan kualitasnya. Mungkin anda perlu mengurangi sedikit keuntungan jika menaikkan harga belum menjadi solusinya. Jika terpaksa, mengurangi ukuiranya, masih jauh lebih baik, dibanding mengurangi kualitasnya.

3. Jangan Menjadi Katak Dalam Tempurung
Dengan berlangganan majalah kuliner sangatlah penting bagi penjual masakan atau kue. Kita bisa mengetahui jika restoran, katering dan toko kue lain mengeluarkan produk baru. Atau melihat permintaan pasar. Segera datangi toko kue atau restoran tersebut, beli dan rasakan. Buatlah yang lebih enak lagi atau lebih kreatif. Jika tidak, sudah pasti banyak pelanggan yang meninggalkan kita. Karena menu kita tidak pernah berubah.

4. Pegawai Anda Kurang Ramah
Sebagai pemilik, sudah tentu akan melayani pelanggan dengan baik, tetapi pernahkan anda mendengarkan keluhan pelanggan terhadap pelayanan pegawai anda. Jangan-jangan mereka acuh tak acuh dalam menjawab pertanyaan pembeli atau kurang melayani pembeli yang kelihatan tidak akan membeli atau membeli dalam jumlah yang sedikit, Berhati-hatilah, pembeli yang sakit hati bisa menyebarkan cerita yang akan membuat penjualan anda kalang kabut.

5. Pelayanan Tidak Nyaman
Apabila toko anda sangat laris, mungkin pembeli akan mengantre. Bagus juga menciptakan antrean, karena antrean yang panjang bisa menarik perhatian orang banyak. Akan  tetapi, kalau terlalu lama, pelanggan sudah pasti akan kecewa. Apalagi sudah bayar, mengapa masih diminta menunggu. Oleh sebab itu, apabila toko anda penuh sesak dengan pelanggan yang datang, segeralah mencari jalan keluar untuk mengatasinya.

6. Tidak Tepat Janji
Janji adalah hutang. Jika anda menjanjikan bisa mengantarkan semua pesanan, dengan begitu siapa saja yang memesan minta dikirim, harus dikirim, tidak peduli anda sedang kurang tenaga. Jika anda sering melupakan janji untuk memberikan bonus untuk pembelian tertentu. Berhati-hatilah, kekecewaan mereka akan memukul balik usaha anda.

7. Tidak Menyediakan Tempat Parkir
Tempat parkir yang sulit membuat orang enggan datang, apalagi jika tempat parkirnya susah ditemukan, dan juga kurang aman. Ingat siapapun yang makan di tempat anda, sudah tentu ingin makan dengan tenang dan aman. Begitu juga ketika memilih kue, tidak bisa lama-lama, karena tidak bisa parkir lama-lama.

8. Kebersihan Kurang Terjamin
Kebersihan tidak bisa lepas dari makanan. Oleh sebab itu, perhatikan baik-baik faktor kebersihan. Apa yang dimaksudkan kebersihan adalah kebersihan toko, kebersihan tempat menyajikan, kebersihan meja, termasuk juga kebersihan pegawai anda. Minta mereka mengenakan pakaian yang bersih, cerah dan tidak berkesan kotor. Mintalah mereka menutup rambut mereka dengan penutup rambut untuk mencegah jatuhnya rambut di atas makanan.

9. Pelit Memberikan Bonus
Ingat baik-baik siapa saja pelanggan anda. Rajin menyapa mereka dengan namanya. Baik juga meluangkan waktu untuk ngobrol basa-basi. Apabila datang lagi, tanyakan mengenai pekerjaan, keluarga atau apa saja yang anda ingat. Terhadap mereka, jangan pelit memberi bonus. Entah dalam bentuk tambahan kue atau potongan harga.

10. Pelit Memberikan Ilmu
Karyawan perlu disegarkan ilmu-ilmu baru. Jangan pelit mengeluarkan uang untuk mengikutsertakan mereka mengikuti pelatihan tertentu. Banyak pegawai yang kurang sopan karena tidak mengetahui bagaimana bersikap sopan. Coba banyangkan kalau kepada pelanggan anda, mereka bertanya, "Ibu atau bapak ayam atau sapi?" Kurang sopan, bukan?

Demikian tulisan tentang 10 Pantangan Pengusaha Katering atau Kue. Semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan artikel ini.

0 Response to "10 Pantangan Pengusaha Katering atau Kue"

Posting Komentar