Berkaca dari HP Gisel, Ini Cara Hapus Data Agar Benar-benar Bersih

Data yang sudah dihapus dari kartu memori, atau berbagai perangkat seperti ponsel dan sejenisnya, masih bisa dibuka kembali dalam kondisi tertentu. Bagaimana caranya agar data tersebut benar-benar hilang?


Hal ini terjadi pada ponsel milik Gisel, setidaknya begitulah pengakuannya menurut pengacara Hotman Paris.

"Menurut pengakuan Gisel, handphone itu 3 tahun lalu dikasih ke manajernya dan dia sudah hapus. Entah kenapa bisa nongol," ungkap Hotman.

Menurut Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, data yang sudah dihapus itu sebetulnya tak benar-benar dihapus. Saat kita menghapus data dengan mengklik 'delete' di ponsel, yang dihapus itu hanya logika keberadaan data.

Selama tempat penyimpanan data masih tersisa, maka sebenarnya data yang sudah dihapus itu masih tersimpan di dalam ponsel. Data ini masih bisa ditampilkan kembali menggunakan program recovery data, dengan tingkat keberhasilan tinggi jika sisa tempat penyimpanan data masih besar.

"Kalau sisa memory cardnya masih banyak tingkat keberhasilan sangat tinggi. Bisa > 90 %," ujar Alfons.

Untuk itulah, agar data-data ini tak bisa ditampilkan lagi, pengguna perlu melakukan beberapa langkah tambahan. Menurut Alfons, hal ini terbilang penting untuk dilakukan, terutama untuk public figure, atau seseorang yang menyimpan data penting.

"Lebih baik sedikit paranoid daripada kecolongan (data)," pungkasnya.

Berikut adalah langkah tambahan untuk memastikan data benar-benar terhapus dari chip memori:

  • Mengenkripsi data, fitur ini sudah tersedia di iPhone maupun Android keluaran 2015 ke atas. Jika ponsel diakses secara ilegal (tanpa PIN/sidik jari pengguna), data tersebut tak bisa dibuka.
  • Menggunakan program format data seperti Shredit, yang bisa memformat sampai data benar-benar bersih. Format yang aman ini, menurut Alfons, untuk ukuran storage 128GB lazimnya membutuhkan waktu beberapa jam. "Kalau (format) beberapa detik selesai itu format tidak aman," pungkas Alfons.
  • Cara manual untuk mengamankan data ini adalah dengan melakukan format atau reset factory setting, lalu mengkopi file lain ke dalam storage itu sampai penuh. Tujuannya untuk menimpa data sebelumnya yang sudah 'diformat'.

Cara-cara di atas mungkin bagi sebagian orang cenderung merepotkan. Namun jika anda menyimpan banyak data penting di ponsel atau kartu memori, tak ada salahnya untuk untuk melakukanc ara-cara di atas, sekalipun anda menggunakan ponsel keluaran 2015 ke atas yang datanya sudah dienkripsi.

"Karena ada saja kemungkinan lain seperti misalnya ada celah keamanan / vulnerability dimana enkripsinya bisa di bobol," ujarnya.

"Jadi sekalipun iPhone / Android secara default sudah di enkripsi, kalau ada celah kemanan, mungkin saja bisa di tembus enkripsinya," tutup Alfons.

Sumber: detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

 

Monetize your traffic easily

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel