Nyeri Kepala atau Pusing?

Kenali perbedaan antara nyeri kepala dan pusing. Waspadai nyeri kepala yang datang terus menerus dan terasa makin hebat nyerinya.
Pernah merasakan nyeri kepala  yang tiba-tiba sangat  hebat seperti kepala mau pecah, atau saking nyerinya seperti mau dibenturkan ke dinding? "Bahkan sampai muntah karena ada peningkatan tekanan di dalam kepala dan otak. Sebaiknya segera periksa ke dokter, bisa jadi ada tumor otak. Berhati-hatilah saat mengalami nyeri kepala seperti itu," kata dr. Yuwono, SpS., FINS., dari RS Royal Taruma Jakarta.
 Nyeri-Kepala-atau-Pusing
Sakit atau nyeri kepala adalah nyeri kepala adalah nyeri yang terjadi pada seluruh sistem yang ada di kepala, mulai dari kulit kepala sampai  ke bagian dalam. "Biasanya, kan, orang awam sering mengatakan pusing di kepala sebagai sakit kepala. Padahal kedua hal itu berbeda, sakit kepala berarti nyeri kepala yang terasa di seluruh kepala bahkan sampai sistem yang ditimbulkan dari leher. Sedangkan pusing adalah vertigo atau pusing berputar."

Penyebab nyeri kepala mulai dari kulit, otot di luar tengkorak, mata, gigi, selaput otak atau menings. "Kalau terjadi radang pada selaput otak disebut meningitis. Gejalanya nyeri kepala kaku kuduk dan demam, bahkab sampai penurunan kesadaran."
Primer dan Sekunder
Secara medis nyeri kepala dibagi dua golongan, yaitu nyeri kepala primer dan sekunder. "Pada nyeri primer tidak ada penyebab khusus yang mengganggu struktur kepala, contohnya mugren, nyeri kepala tipe tegang yang disebabkan ketegangan di sekitar ototo kepala. Ataupun nyeri kepala cluster yang gejalanya mirip dengan migren yaitu nyeri kepala sebelah," tutur dokter berkacamata ini.
Nyeri kepala karena ketegangan otot (tention type headache) karena otot di sekitar kepala, tengkuk, leher tegang seperti dicengkeram. "Terutama di bagian dahi, tengkuk, dan leher bahkan sampai ke bahu."
Penyebab nyeri kepala atau migren bisa disebabkan karena pengaruh genetik, keturunan, suhu panas, atau cahaya silau yang bisa memicu migren. "Makanan juga bisa mempengaruhi, misalnya cokelat atau keju," kata Yuwono sambil mengatakan tidak ada batasan lebih banyak pria atau wanita yang kena. "Kalau sakit kepala primer, semua orang bahkan anak-anak pun bisa kena."
Sementara, nyeri kepala sekunder adalah gangguan-gangguan pada struktur kepala, contohnya tumor otak, kelainan pada pembuluh darah otak, infeksi seperti meningitis (radang pada selaput otak). "Sedangkan radang yang menyerang otak disebut ensafilitis, yaitu mengalami nyeri kepala hebat, kejang, demam dan sampai pada penurunan kesadaran."
Ada juga penyakit yang penyebabnya karena kelainan pada pembuluh darah otak. "Biasanya dimulai dengan nyeri kepala hebat dulu. Bayangkan saja dinding pembuluh darah otak itu seperti ban tipis yang dimasukkan angin sehingga membentuk seperti balon. Lalu, balon tersebut  kemudian pecah sehingga menimbulkan perdarahan di otak."
Banyak orang yang salah paham menganggap kolestrol tinggi bisa menyebabkan kaku pada tengkuk, dan leher. "Kolestrol tidak menyebabkan nyeri atau kekakuan pada otot leher dan tengkuk. Tapi, penyebabnya karena ketegangan otot, atau dipicu beraktifitas dalam jangka waktu lama, contohnya duduk lama di depan komputer, dan stres dengan pekerjaan. Duduk di bawah AC bisa memperberat otot makin kaku."
Mengenali Gejala
Sebenarnya gejala nyeri kepala sudah bisa dikenali ketika seseorang merasakan nyeri tersebut. "Misalnya, mengalami nyeri kepala, pusing lalu minum obat umum kemudian sembuh. Beberapa minggu atau bulan kemudian nyeri kepala muncul lagu, itu tidak menjadi masalah."
Akan berbeda hasilnya jika sudah minum obat nyeri kepala hilang, tapi kemudian muncul lagi dan bertambah nyeri berarti harus diperiksa diperiksa ke dokter. "Bisa saja ada sesuatu yang terjadi. Karena kebanyakan pasien yang datang ke dokter dalam kondisi sudah terlambat seperti badannya sudah lumpuh setengah atau mengalami penurunan kesadaran."
Menurut Yuwono terkadang orang mengabaikan penyakitnya karena sembuh setelah minum obat yang beredar umum. "Setelah diperiksa ternyata mengidap penyakit tumor. Pada saat ditelusuri riwayat penyakitnya ternyata nyerinya bukan hanya satu dua bulan tapi bertahun-tahun. Lalu, dilewatkan begitu saja dengan minum obat bertahun-tahun. Yang tidak disadari adalah dosis yang diminum makin hari ternyata makin banyak. Awalnya, sekali minum hanya satu tablet, bertambah menjadi dua tablet dalam sekali minum."
Lakukan Pemeriksaan
Pemeriksaan yang dilakukan pada nyeri kepala sekunder dan primer berbeda. "Nyeri kepala sekunder dilakukan pemeriksaan CT scan. Namun, terkadang hasilnya tidak kelihatan apa-apa. Jika terjadi seperti itu, bukan berarti 100% kondisinya normal karena ada beberapa bagian yang tidak terlihat."
Sebaiknya, lakukan pemeriksaan penunjang pada nyeri kepala, CT scan ada yang menggunakan kontras atau zat pewarna untuk meningkatkan gambaran penyakit. "Sedangkan untuk melihat lebih jelas struktur otak bisa menggunakan MRI dengan kontras."
Jika ada kelainan pada struktur pembuluh darah otak harus melakukan pemeriksaan dengan CT Angiography atau MR Angiography, atau Celebral DSA (Digital Subtraction Angiography). "Bagi orang awam DSA ini dikenal sebagai cuci otak. Padahal, DSA sebenarnya adalah tindakan untuk terapi. Tindakan ini paling akurat karena akurasinya bisa mencapai 90-95% untuk memeriksa struktur pembuluh darah otak."
Penyakit migren membutuhkan pengobatan yang teratur dan jangka waktu tertentu supaya bisa mencegah kembali datangnya migren. "Ada baiknya agar tidak mengalami nyeri kepala primer harus hidup sehat, hindari stres, istirahat yang cukup, makanan yang sehat dan olahraga yang cukup," tandas Yuwono.

Demikian tulisan Nyeri Kepala atau Pusing?. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Nyeri Kepala atau Pusing?"

Posting Komentar