Siaga Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Banjarnegara Akan Atur Arus Wisatawan

Kabupaten Banjarnegara di Jawa Tengah sudah siap menyambut wisatawan selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2021.

Wisatawan saat berada di Candi Arjuna, salah-satu candi di kompleks candi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (15/10/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

“Kabupaten Banjarnegara khususnya, yang jadi magnet (wisatawan) Dieng. Kita lebih tekankan dari sisi pencegahan kerumunan atau traffic management,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Agung Yusianto kepada KoranMalam.com, Selasa (22/12/2020).

Dia melanjutkan, nantinya di pintu masuk di jalur-jalur tempat wisata juga ada petugas tambahan untuk mengingatkan bahwa mereka tidak boleh berkerumun.

Adapun, Kabupaten Banjarnegara memiliki sejumlah tempat wisata yang menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.

Agung menjelaskan, banyak wisatawan yang suka berdiam pada satu area dalam waktu yang lama hanya sekadar untuk berwafoto ria.

“Selain menikmati panorama, mereka juga sekarang kan tren suka selfie-selfie. Nanti petugas tambahan ada untuk mengingatkan supaya segera lanjutkan perjalanan,” ungkapnya.

Selain itu, beberapa tempat wisata juga akan dibatasi kunjungan setiap pengunjungnya antara 1-1,5 jam per orang.

Sebagai contoh, rencananya wisatawan yang liburan ke Candi Arjuna hanya boleh menghabiskan waktu maksimal satu jam di sana.

“Kita lihat situasi dan kondisi. Kawah Sikidang karena lebih luas (wisatawan) 1,5 jam tapi itu fleksibel. Kalau wisatawan makin banyak, arus masuk-keluar harus dipercepat,” tutur Agung.

Siaga Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Banjarnegara Akan Atur Arus Wisatawan
Kawah Sikidang Dilihat dari Batu Pandang Ratapan Angin, Dieng.(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)

Selain ada manajemen arus wisatawan, Agung menambahkan, pihaknya dan Satgas Covid-19 Kabupaten Banjarnegara juga bekerja sama dengan sejumlah pihak. 

Salah satunya adalah Satgas Covid-19 tingkat kecamatan yang memiliki tempat wisata. Ada juga TNI, Polri, Puskesmas, dan Pemerintah Desa yang terlibat dalam kerja sama tersebut.

“Penerapan protokol kesehatan 3M. Dari sisi fasilitas penerapan protokol kesehatan, ditambahkan hingga mencapai jumlah yang memadai. Antisipasi nanti cuti Nataru kemungkinan peningkatan kunjungan,” ucap Agung. 

Selanjutnya, dia juga bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) untuk membantu dalam pengaturan arus wisatawan yang dipandu saat berada di tempat wisata agar tidak berlama-lama.

Bagi yang ingin berkunjung, Agung menegaskan bahwa wisatawan wajib mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, serta menjaga jarak. 

Mereka juga wajib berada dalam kondisi tubuh yang sehat jika ingin jalan-jalan di Kabupaten Banjarnegara. “Kemudian khusus untuk Kawah Sikidang, kami ingatkan anak usia di bawah dua tahun tidak boleh datang karena kandungan belerang sekarang cukup tinggi,” tutup Agung.

Baca Juga:

Sumber: kompas.com <baca artikel asli>

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel